Main Menu

Home Data Sekolah
Data Sekolah PDF Print E-mail

PROFIL SMA NEGERI 1 BANGLI

A. Latar Belakang

Permasalahan besar yang dihadapi Pemerintah dibidang pendidikan yaitu untuk mengantisipasi era globalisasi, pendidikan dituntut dapat mempersiapkan sumberdaya manusia yang kompeten agar mampu bersaing di dunia global. Untuk memenuhi hal tersebut diperlukan lulusan dengan penguasaan teknologi agar dapat meningkatkan nilai tambah, memperluas keragaman produk dan mutu produk sesuai dengan standar mutu nasional dan internasional.

Agar lulusan pendidikan nasional memiliki keunggulan kompetitif secara internasional tidak bisa terlepas dari kualitas manajemen pendidikan dalam hal efektivitas dan efisiensi proses kearah peningkatan mutu pendidikan. Pemerintah dalam mengatasi permasalahan mutu pendidikan telah banyak berbuat melalui program-program peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tepatnya pasal 50 Ayat (3) tentang penyelenggaraan pendidikan yang bertaraf Internasional, kemudian dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Di dalam Buku Pedoman Penjaminan Mutu Sekolah/Madrasah Bertaraf Internasional Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2008 ditegaskan bahwa sekolah/madrasah bertaraf internasional adalah sekolah/madrasah yang sudah memenuhi seluruh standar nasional pendidikan dan diperkaya dengan mengacu pada standar pendidikan salah satu negara anggota Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) dan/atau negara maju lainnya yng memiliki keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan sehingga memiliki daya saing di forum internasional.

SMA Negeri 1 Bangli yang berlokasi pada jantung Kota Kabupaten Bangli sebagai salah satu lembaga pendidikan menengah atas tertua di Kabupaten Bangli merupakan lembaga pendidikan yang menjadi tumpuan harapan masyarakat Bangli dalam upaya meraih masa depan yang gemilang putra-putrinya. Fenomena ini dapat ditunjukkan dari besarnya antusias serta partisipasi masyarakat dalam mempercayakan putra-putrinya untuk dididik dan dibina di sekolah ini. Kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat ini telah direspon dengan baik oleh pihak sekolah walaupun masih dalam keadaan terbatas.

Tantangan yang sangat besar dalam merespon kepercayaan masyarakat adalah bagaimana pihak sekolah mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi putra-putrinya sehingga menghasilkan anak-anak yang bermutu dalam segala hal. Mengingat perkembangan dunia Iptek serta era globalisasi di depan mata maka tujuan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan masyarakat maka pihak sekolah perlu melakukan pembenahan-pembenahan dalam hal sumberdaya manusia yang profesional, manajemen yang handal, kegiatan belajar-mengajar yang berkualitas, adanya akses terhadap lembaga pendidikan tinggi baik dalam maupun luar negeri bermutu serta ketersediaan sarana-prasana yang setaraf dengan pendidikan bertaraf internasional.

Peningkatan sumberdaya manusia khususnya guru dan pegawai administrasi telah menjadi agenda pertama antara lain dengan mengadakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan mutu profesionalnya dalam melaksanakan tugas, termasuk meningkatkan kemampuan guru secara bertahap untuk menguasai bahasa inggris sehingga guru mampu dalam mengajar secara bilingual. Seiring dengan itu diharapkan mutu siswapun bisa ditingkatkan dan dalam sistem seleksi siswa baru, intake perlu diperhatikan.

Hal lain yang perlu disiapkan adalah pemenuhan sarana-prasarana belajar yang representatif memenuhi syarat bagi sebuah lembaga pendidikan yang dikatagorikan sebagai rintisan sekolah bertaraf internasional (SBI). Berkaitan dengan status sekolah tersebut, paling tidak ada dua komponen mendasar yang perlu disiapkan yakni gedung/ruang belajar lengkap dan memadai, sarana untuk kegiatan belajar mengajar yang sesuai dengan tuntutan iptek masa kini. Sampai saat ini gedung/ruang belajar yang telah dibangun mendekati standar yang diperlukan namun selain belum cukup masih adanya gedung-gedung tua yang keadaannya sangat memprihatinkan bahkan tidak sesuai dengan master plant yang direncanakan. Demikian juga dengan sarana Lab Kimia, Lab Komputer, Lab Bahasa, Ruang Guru, Ruang Tata Usaha, Ruang UKS, Ruang OSIS serta ruang BK sangat memprihatinkan sehingga perlu mendapat perhatian yang serius agar layak dan sesuai dengan staatus sekolah Rintisan SBI.

Kita ingin menunjukkan bahwa SMA N 1 Bangli sebagai salah satu sekolah Rintisan SBI mampu memberi warna terhadap visi dan misi Kabupaten Bangli sebagai kota pendidikan dan kesehatan, kami yakin hal ini akan dapat terwujud manakala adanya kesamaan pemahaman dari semua stake holder pendidkan yang berlanjut pada kesamaan komitmen untuk bahu-membahu dalam upaya mencapai tujuan yang sangat mulia tersebut.

Untuk kepentingan itu semua rencana tersebut kami kemas dalam sebuah Profil Sekolah SMA Negeri 1 Bangli sebagai gambaran atau potret wajah SMAN 1 Bangli masa lalu, kini dan masa yang akan datang.

B. LANDASAN HUKUM

1. Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Perubahannya Bab XIII Pasal 31

2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidian Nasional, Bab XI pasal 40 ayat (1) huruf c dan e, ayat (2), pasal 41 ayat (3), Bab XIII pasal 46, pasal 47, pasal 49 ayat (1), Bab XIV pasal 50 ayat (2) ayat (3) Pemerinah dan atas Pemerintah Daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional.

3. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah

4. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Daerah dan Pusat.

5. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2000 tentang Propgram Pembangunan Nasional.

6. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

8. Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentnagn Standar Isi

9. Permendiknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan

10. Permendiknas Nomor 6 tahun 2007 sebagai penyempurnaan Permendiknas Nomor 24 tahun 2006 tentnag Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23 Tahun 2006

11. Rencana Strategis (Renstra) Departemen Pendidikan Nasional tahun 2005 – 2009

12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 6 tahun 2007 tentang Model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

C. TUJUAN

1. Terpenuhinya sarana dan prasarana yang memadai sesuai tuntutan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

2. Mewujudkan sekolah bermutu sesuai tuntutan masyarakat, perkembangan iptek dan tuntutan Globalisasi.

3. Memberikan kontribusi terhadap Visi Kabupaten Bangli sebagai Kota Pendidikan dan Kota Kesehatan.

 

D. MANFAAT

1. Mampu menghasilkan output dan outcome yang berkualitas yang mampu bersaing dalam era globalisasi.

2. Mampu menghasilkan sumberdaya manusia yang siap mengambdi membangun Bangsa dan Negara.

E. Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah

( Vision, Mission, and the school’s objectives )

Visi Sekolah

( School Vision)

Visi SMA Negeri 1 Bangli merupakan pandangan tentang keadaan masa depan yang diharapkan oleh SMA Negeri 1 Bangli, yang dirumuskan sebagai berikut :

(The vision of SMAN 1 Bangli is an insight about the future condition hoped by the school, as formulated as follow :

”Unggul Bidang Prestasi Bijak dalam Masyarakat”

Be superior in Achievement and Wise in the Society)

Visi ini memiliki indikator sebagai berikut :

This vision has indicators as follows:

1. Meningkatkan keimanan dan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

To upgrade the faith and belief to the Almighty God

2. Menanamkan disiplin yang tinggi yang ditunjang oleh kondisi fisik yag prima

To set up High discpline supported by healthy physical condition

3. Menanamkan semangat nasionalisme dan patriotisme

To set up the spirit of nasionalism and patriotism

4. Mengarahkan siswa agar memiliki kepekaan sosial dan kepemimpinan.

To direct students in order to have social awareness and leadership

5. Mengembangkan wawasan IPTEK yang mendalam dan luas.

To develop science and technology

6. Menumbuhkan motivasi dan komitmen yang tinggi untuk mencapai prestasi dan keunggulan dalam setiap ajang kompetisi.

To raise high motivation and commitment to get achievement and superiority in every competition event.

7. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif, efisien dan berkesinambungan.

To do effective, effisient, and countinuous learning and counseling

8. Menerapkan managemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah.

To apply participative management by involving all compenet in the school

Misi Sekolah

The school’s mission

Untuk mewujudkan visi di atas, maka misi SMA Negeri 1 Bangli adalah :

To establish the above motion, that the mission of SMAN 1 Bangli are :

a. Menumbuhkembangkan penghayatan terhadap ajaran agama, budaya, dan budi pekerti yang menjadi sumber kearifan dalam bertindak.

To grow and develop the understanding of religion, culture, and good conduct that become the source of wisdom in doing something

b. Mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler dalam bidang kesenian, olah raga, keterampilan, organisasi, dan ilmiah

To develop extracurriculer activity in art, sport, organization and academic

c. Melaksanakan pembelajaran, bimbingan, dan pelatihan secara efektif, efisien dan berkesinambungan sehingga siswa dapat memperoleh hasil belajar yang optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Conduct the effective, effisient, and continuous learning, consouling and training so that students can get optimum learning in accordant with the potency of the students.

d. Menumbuhkembangkan etos berbakti kepada seluruh warga sekolah.

To set and develop the sense of respect to all school community

e. Menciptakan kondisi pola hidup sehat melalui dari bebas rokok sampai obat terlarang lainnya.

To create a healty life style through free smoking and drugs

f. Meningkatkan pengamalan Tri Hita Karana melalui kepedulian terhadap parahyangan, pawongan dan palemahan (lingkungan hidup).

To increase the application Of Tri Hita Karana ( Three things for creating hapiness ) concept through caring the temples, the people and the environment

g. Memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada seluruh siswa untuk dapat digunakan dalam kehidupan bermasyarakat.

To give knowledge and skill to all students so that they can use in their social life.

h. Membangun citra positif masyarakat terhadap sekolah.

To establish the postive image of the society toward the school

F. Tujuan Sekolah

The school Objectives :

Bertolak dari rumusan visi dan misi di atas, maka dapat dirumuskan tujuan sekolah sebagai berikut :

Looking at the above vision and mision, the objctive of the school can be formulated as follows :

a. mampu melaksanakan Kurikulum dan Sistem pengujian Berbasis Kompetensi (KSPBK) dengan pendidikan berbasis kecakapan hidup (lifeskill) serta peningkatan pelaksanaan sekolah Rintisan SBI untuk menuju ke sekolah SBI.

Being able to do Curriculum and Assesment based on Competence(CABC) and eduction based on lifeskill as well as to increse the action of Preparation of International Standardized School to be International Standardized school.

b. rata-rata pencapaian nilai selisih (gain score achievement) nilai ujian akhir nasional minimal : +0,5

the gain score achievement of the minimum score of final national examination : + 0.5

c. mampu mencapai peringkat antara 1 sampai dengan 20 secara nasional dalam olympiade Sains.

Being able to get the national first rank until the twentieth in Science Olympiad

d. jumlah siswa yang mengikuti ekstrakurikuler KIR adalah sebanyak 5 % dari jumlah siswa secara keseluruhan.

The number of students joining the Research Writing Club is 5% of the total number of the students.

e. jumlah siswa yang diterima pada perguruan tinggi negeri melalui SPMB dan PMDK minimal 45% dari jumlah siswa.

The number of students accepted in State university through Entry Test and The Search of interest, talent and achievement.

f. setiap siswa minimal menguasai satu jenis kesenian daerah atau nasional.

Every students have to master one of local or national art.

g. memiliki tim olahraga minimal dua cabang yang mampu menjadi finalis tingkat provinsi.

Possesing at leat two sport team which can become the finalis in province level.

h. 65% guru MIPA mampu mengajar dengan dua bahasa (bilingual).

65% of the science teachers can teach bilingually

i. 65% guru mampu mengajar berbasis ICT dan E_learning.

G. IDENTITAS SEKOLAH

Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Bangli

No. SK. Pendirian : B.5/90/04-a/K/64

Tahun Pendirian : 25 Oktober 1964

N S S : 301220701001

NPSN : 50102568

Alamat Sekolah : Jln. Brigjen Ngurah Rai No. 36, Telp. No. (0366) 91025, Fax. (0366) 92570, Post. 80613

E-mail Sekolah : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Website Sekolah : www.smanichibangli.sch.id

Kecamatan : Bangli

Kabupaten/Kota : Bangli

Propinsi : Bali

H. IDENTITAS KEPALA SEKOLAH :

Nama Lengkap Kepala Sekolah : I Wayan Darsana, S.Pd., M.Si.

NIP : 131 577 439

Jenis Kelamin : Laki

Pangkat / Golongan : Pembina / IV-a

Tempat/Tanggal Lahir : Bangli, 31 Desember 1963

Alamat Rumah : Lingk./Br. Tegal, Kel. Bebalang, Kec./Kab. Bangli

Telp. No. : (0366) 93664

HP. No. : 08123601335

E-mail : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

SK Sebagai Kepala Sekolah : Keputusan Bupati Bangli

a. Nomor : 821.2/1043/KEPEG

TMT : 23 Pebruari 2006

b. No. : 824.4/3971/KEPEG

TMT : 3 Agustus 2007

Latar Belakang Pendidikan :

a. SD : SD Negeri 2 Bebalang : Lulus Th. : 1975

b. SMP : SMP N 1 Bangli : Lulus Th. : 1979

c. SMA : SMA N 1 Bangli : Lulus Th. : 1982

d. Sarmud/D III : D III / A III Kimia, FKIP Unud Singaraja : Lulus Th. : 1985

e. Sarjana S1 : S1 Kimia, UT, UPBJJ Denpasar : Lulus Th. : 1994

f. Sarjana S2 : Magister Sains, UGM. : Lulus Th : 2006

I. RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT)

  1. Identifikasi Tantangan Nyata yang Dihadapi Sekolah

Tantangan nyata SMA Negeri 1 Bangli dapat diidentifikasi sebagai berikut :

a. Pada tahun ini tingkat kesiapan pelaksanaan Kurikulum dan sistem Pengujian Berbasis Kompetensi serta pendidikan yang berbasis kecakapan hidup baru 20%.

b. Pada tahun ini guru MIPA yang mampu mengajar dengan menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia baru 15% jadi tantangannya adalah 75%.

c. Budaya baca siswa SMA Negeri 1 Bangli memang tidak terlalu rendah namun hal ini perlu ditingkatkan pada tahun mendatang.

d. Peningkatan Olympiade Fisika pada tahun terakhir yang diraih siswa adalah peringkat ke 27, dan jadi harapan adalah peringkat ke 27, dan jadi harapan adalah peringkat 1 – 20 pada tahun 2008/2009.

e. Tantangan nyata yang dihadapi untuk menyongsong sekolah kita menjadi SBI pada tahun berikutnya perlu peningkatan administrasi sekolah berbasis ICT dengan pemasangan jaringan internet dan jaringan komputer lokal di sekolah.

f. Kualitas tenaga administrasi perlu ditingkatkan dengan pelatihan komputer dan internet.

g. Tantangan nyata jumlah peserta KIR adalah selisih antara jumlah peserta KIR pada tahun terakhir dengan jumlah peserta KIR yang diharapkan. Jumlah peserta KIR pada tahun terakhir adalah 3% dari keseluruhan siswa sedangkan jumlah yang diharapkan adalah 5%.

h. Tantangan nyata siswa yang melanjutkan ke PTN didasarkan atas prosentase jumlah siswa yang diterima melalui SPMB dan PMDK dengan prosentase jumlah siswa yang memasuki PTN pada tiga tahun mendatang. Saat ini prosentase siswa yang diterima di PTN melalui PMDK dan SPMB adalah sebesar 30% yang diharapkan pada tahun berikutnya adalah 45%.

i. Pada tahun ini siswa yang sudah menguasai minimal satu buah kesenian nasional atau daerah adalah sebanyak 5% pada tahun berikutnya diharapkan menjadi minimal 20%.

j. Pada tahun ini baru ada 1 tim olah raga yang mampu menjadi finalis di tingkat provinsi, maka pada tahun berikutnya minimal 2 finalis tingkat provinsi.

  1. Sasaran / Tujuan Situasional Sekolah

Sasaran untuk tahun pelajaran 2008/2009 adalah :

a. Peningkatan implementasi Kurikulum dan Sistem Pengukian Berbasis Kompetensi dan pendidikan berbasis kecakapan hidup menuju strata sekolah SBI pada tahun ketiga.

b. Jumlah guru MIPA mampu mengajar dengan bilingual minimal 65%.

c. Guru mampu mencari inovasi pengembangan model-model pembelajaran berbasis ICT dengan menggunakan sarana komputer dan iternet (E_learning).

d. Memiliki pemahaman terhadap kultur sekolah serta mengaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari di sekolah maupun di luar sekolah.

e. Peningkatan Administrasi Sekolah berbasis ICT.

f. Peningkatan kualitas tenaga administrasi agar mampu menggunakan teknologi modern seperti komputer dan internet.

g. Kelompok KIR memiliki perserta sejumlah 3% dari keseluruhan siswa dan telah memiliki pengurus, mampu melaksanakan latihan secara teratur dan dalam setahun minimal menghasilkan 10 karya tulis.

h. Peningkatan prestasi dalam Olympiade Sains pada level nasional

i. Memiliki tim kesenian dengan latihan secara teratur dan mampu tampil dalam lomba-lomba seni di tingkat provinsi.

j. Memiliki tim olah raga yang mampu menjadi juara di provinsi.

  1. Identifikasi Fungsi-fungsi Sasaran

Untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut selanjutnya dilakukan didentifikasi fungsi-fungsi sasaran sebagai berikut :

a. Sasaran 1, 2, dan 3 memiliki fungsi-fungsi yang sama, oleh karena itu kelima sasaran ini digabungkan menjadi satu yaitu sasaran akademik. Fungsi-fungsi dari sasaran akademik ini antara lain :

1. Fungsi PBM,, dengan faktor-faktor :

Ø Faktor nInternal :

§ Pemberdayaan siswa

§ Keragaman metode mengajar

§ Kompetensi guru

§ Pemanfaatan waktu belajar

Ø Faktor Eksternal :

§ Kesiapan siswa menerima pelajaran

§ Dukungan komite dalam meningkatkan motivasi belajar siswa

§ Lingkungan fisik sekolah

2. Fungsi Pendukung PBM, terdiri atas berbagai fungsi dengan faktor-faktornya sebagai berikut :

a. Fungsi Ketenagaan :

Ø Faktor Internal

§ Jumlah guru

§ Kompetensi guru

§ Kesesuaian bidang studi dengan mata pelajaran guru

§ Jumlah pegawai

§ Etos Kerja

Ø Faktor Eksternal :

§ Pengalaman mengajar guru

§ Kesiapan mengajar guru

§ Fasilitas pengembangan diri

b. Fungsi-fungsi untuk mencapai sasaran 4 yaitu Pengembangan kultur sekolah antara lain :

Fungsi Sasaran/Perpustakaan :

Ø Faktor Internal :

§ Buku setiap mata pelajaran

§ Jumlah buku oenunjang

§ Ruang perpustakaan

Ø Faktor Eksternal :

§ Dukungan komite dalam melengkapi perpustakaan

§ Kerjasama dengan perpustakaan lain yang lengkap

§ Kesesuaian buku penunjang dengan potensi daerah dan pengembangan IPTEK

Fungsi Fasilitas dengan faktor-faktornya :

Ø Faktor Internal :

§ Jumlah buku dan jenis fasilitas

§ Pemanfaatan Fasilitas di perpustakaan

§ Pengembangan fasilitas

Ø Faktor Eksternal :

§ Penggunaan di luar fungsi

§ Keamanan fasilitas

b. Fungsi-fungsi untuk mencapai sasaran 5 (Peningkatan Administrasi Sekolah berbasis ICT).

§ Untuk mendukung Program ketiga dan ke enam maka sarana komputer perlu disiapkan secara baik

§ Pembelian sarana-prasarana untuk mendukung jaringan internet serta jaringan antara komputer yang satu dengan yang lainnya seperti di ruang dan tempat-tempat pengelolaan keuangan.

c. Fungsi-fungsi untuk mencapai sasaran 6 (Peningkatan Kemampuan tenaga Administrasi).

Ø Faktor Internal :

§ Pemberdayaan tenaga administrasi

Ø Faktor Eksternal :

§ Minat memahami kemajuan IPTEK

§ Keragaman pemahaman IPTEK

Fungsi pendukung diklat, seperti :

1. Fungsi fasilitas/sarana komputer :

Ø Faktor Internal

§ Ketersediaan komputer dan perlengkapannya

§ Dukungan sekolah dalam pengadaan komputer

Ø Faktor Eksternal :

Kemampuan tata usaha dalam menggunakan komputer dan iternet

d. Fungsi-fungsi untuk mencapai sasaran 7 bagian pertama (peningkatan jumlah peserta KIR sebesar 3% dan pencapaian 10 buah karya tulis) antara lain :

Fungsi pendidikan dan latihan, dengan faktor-faktor :

Ø Faktor Internal

§ Pemberdayaan siswa

§ Metode latihan

§ Hubungan pembina – siswa

Ø Faktor Eksternal

§ Kesiapan siswa menerima materi latihan

§ Lingkungan sosial sekolah

§ Lingkungan fisik sekolah

Fungsi pendukung latihan, seperti :

- Fungsi kesiswaan, dengan faktor-faktor :

Ø Faktor Internal

o Minat siswa menjadi anggota KIR

o Pengetahuan siswa tentang KIR

o Kemampuan menulis siswa

Ø Faktor Eksternal

o Dukungan komite/orang tua terhadap anaknya untuk menjadi anggota KIR

Fasilitas Sarana perpustakaan

Ø Faktor Internal

§ Ketersediaan buku-buku tentang metode penelitian

§ Ketersediaan buku-buku penunjang penelitian

Ø Faktor Eksternal

§ Dukungan sekolah dalam penyediaan buku-buku

§ Kerjasama dengan perpustakaan lain

Fungsi Ketenagaan

Ø Faktor Internal

§ Jumlah pembina

§ Kompetensi pembina

Ø Faktor Eksternal

§ Pengalaman guru membina KIR

§ Kesiapan guru membina KIR

e. Fungsi-fungsi untuk mencapai saaran 7 bagian kedua (pembentukan tim kesenian) antara lain :

Fungsi pendidikan dan latihan, dengan faktor-faktor :

Ø Faktor Internal

§ Pemberdayaan siswa

§ Metode latihan

Ø Faktor Eksternal

§ Kesiapan siswa menerima materi latihan

§ Dukungan orang tua dalam memotivasi belajar siswa

Fungsi fasilitas :

Ø Faktor Internal

§ Ketersediaan alat seni dan perlengkapannya

§ Dukungan sekolah dalam pengadaan sarana kesenian

Ø Faktor Eksternal

§ Dukungan pihak luar sekolah dalam pengadaan sarana kesenian

a. Fungsi-fungsi untuk mencapai sasaran 7 bagian ketiga (pembentukan tim olah raga yang mampu menjadi finalis tingkat provinsi) antara lain :

Fungsi pendidikan dan latihan, dengan faktor-faktor :

Ø Faktor Internal

§ Pemberdayaan siswa

§ Metode latihan

Ø Faktor Eksternal

§ Kesiapan siswa menerima materi latihan

§ Dukungan orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa

Fungsi pendukung latihan, seperti :

1. Fungsi fasilitas :

Ø Faktor Internal

§ Ketersediaan alat-alat olahraga

§ Dukungan sekolah dalam pengadaan sarana dan prasarana olahraga

Ø Faktor Eksternal

§ Dukungan pihak luar sekolah dalam pengadaan sarana dan prasarana olahraga

§ Keamanan fasilitas

2. Fungsi ketenagaan

Ø Faktor Internal

§ Jumlah pembina

Ø Faktor Eksternal

§ Pengalaman guru membina olahraga prestasi

§ Kesiapan guru membina olahraga prestasi

§ Dukungan pihak luar sekolah dalam pembinaan olahraga prestasi

4. Analisis SWOT (Analisis Tingkat Kesiapan Fungsi)

Fungsi-fungsi yang telah diidentifikasi di atas selanjutnya dianalisis kesiapannya melalui analisis SWOT sebagai berikut :

a. Sasaran 1. : 1. Persiapan implementasi KSPBK dan pembekalan life-skill menuju sekolah SNBI

2. 50% Guru MIPA mampu mengejar dengan dua bahasa (Bilingual)

3. Guru mampu mengembangkan Model-model pembelajaran

Fungsi dan Faktornya

Kriteria Kesiapan

Kondisi Nyata

Tingkat Kesiapan Faktor

Siap

Tidak Siap

1

2

3

4

5

A.

Fungsi Proses Belajar Mengajar

1

Faktor Internal

a. Pemberdayaan Siswa

a. Guru mampu member-dayakan siswa

a. Guru cukup mampu

b. Keragaman metode mengajar

b. Bervariasi

b. Kurang bervariasi baik

c. Perilaku siswa

c. Disiplin dan tertib

c. Baik

d. Hubungan guru-siswa

d. Akrab

d. Cukup akrab

e. Penggunaan waktu belajar

e. Efektif

e. Cukup efektif

2

Faktor Eksternal :

a. Kesiapan siswa menerima pelajaran

a. Siswa siap menerima pelajaran

a. Cukup siap

b. Dukungan komite dalam meningkatkan motivasi belajar siswa

b. Tinggi

b. Cukup tinggi

c. Lingkungan sosial sekolah

c. Kondusif

c. Cukup kondusif

B

Fungsi Pendukung PBM : Keterangan

1.

Faktor Internal

a. Jumlah guru

a. Memadai

a. Memadai

b. Kualifikasi guru

b. Minimal brpendidikan S1

b. 98% guru berpendidikan S1

V

c. Kesesuaian bidang studi dengan mata pelajaran guru

c. 100% sesuai

c. 95% sesuai

d. Jumlah beban mengajar guru

d. Rata-rata 18 JP

d. Rata-rata 16JP

e. Etos kerja

e. Tinggi

e. Cukup Tinggi

2

Faktor Eksternal

a. Pengalaman mengajar guru

a. Rata-rata berpengalaman mengajar > 5 th

a. Rata-rata berpengalaman > 10 tahun

b. Kesiapan mengajar guru

b. Memadai

b. Cukup memadai

c. Fasilitasn pengembangan diri

c. Tersedia

c. Cukup

d. Kesiapa pegawai untuk bekerja

d. Memadai

d. Memadai

 

 

 

1

2

3

4

5

C.

Fungsi Pendukung PBM : Perpustakaan

1

Faktor Internal :

a. Buku setiap mata pelajaran

a. Lengkap dan cukup

a. Cukup lengkap

b. Jumlah buku penunjang

b. Cukup dan lengkap

b. Cukup lengkap

c. Sarana perpustakaan

c. Cukup

c. Cukup

d. Pengelola perpustakaan

d. Ada dan mampu

d. Ada, cukup mampu

e. Ruang perpustakaan

e. Luas, bersih, terang

e. Cukup

f. Dana pengembangan perpustakaan

f. Memadai

f. Kurang

2

Faktor Eksternal :

a. Dukungan komite dalam melengkapi perpustakaan

a. Ada dan memadai

a. Ada dan cukup

b. Kerjasama dengan perpustakaan lain yang lengkap

b. Ada kerjasama

b. Ada

c. Kesesuaian buku penunjang dengan potensi daerah dan perkembangan IPTEK

c. Sesuai

e. Kurang sesuai

D

Fungsi Pendukung PBM : fasilitas

1

Faktor Internal :

a. Jumlah san jenis fasilitas

a. Memadai

a. Kurang memadai

b. Pemanfaatan fasilitas

b. Sesuai

b. Cukup sesuai

c. Kondisi fasilitas

c. Kondusif

c. Kondusif

d. Perawatan Fasilitas

d. Intensif

d. Cukup intensif

e. Pengembangan fasilitas

e. Memungkinkan

e. Memungkinkan

2

Faktor Eksternal

a. Penggunaan di luar fungsi

a. Tidak boleh terjadi

a. Sering terjadi

b Keamanan fasilitas

b. Aman

b. Aman

E

Fungsi Pendukung PBM : keuangan

1

Faktor Internal

a. Jumlah uang

a. Cukup

a. Kurang cukup

b. Perencanaan keuangan

b. Matang

b. Cukup matang

c. Efisiensi/efektifitas

c. Efektif dan efisien

c. Cukup

2

Faktor eksternal

a. Stabilitas harga

a. Stabil

a. Kurang stabil

b. Keadaan sosial ekonomi

b. Kondusif

b. Cukup kondusif

c. Dukungan komite

c. Ada

c. Ada

F

Fungsi Pendukung PBM : Kesiswaan

1

Faktor Internal

a. Pengadministrasian

a. Teradministrasi dengan baik

a. Cukup baik

b. Ekstrakulikuler

b. Sesuai dengan bakat dan minat siswa

b. Cukup sesuai

c. Kegiatan OSIS

c. Kondusif

c. Cukup

d. Penerimaan siswa baru

d. Terseleksi

d. Terseleksi

e. Disiplin

e. Tinggi

e. Cukup disiplin

f. Pemahaman Kultur

f. Tinggi

f. Cukup tinggi

1

2

3

4

5

2

Faktor Eksternal

a. Lingkungan sosial

a. Kondusif

a. Cukup kondusif

b. Lingkungan fisik

b. Nyaman

b. Cukup nyaman

G

Fungsi Pendukung PBM : manajemen

1

Faktor Internal

a. Perencanaan dan Evaluasi

a. Terencana dengan baik dan ada

a. Cukup

b. Pengelolaan kurikulum

b. Terlola dengan baik

b. Cukup baik

c. Pengelolaan PBM

c. Teratur dan sesuai dengan prosedur

c. Cukup

d. Pengelolaan ketenagaan

d. Terlola dengan baik

d. Cukup

e. Pengelolaan keuangan

e. Terencana dan terlola dengan baik

e. Cukup

f. Pengelolaan fasilitas

f. Terlola dengan baik

f. Cukup

2

Faktor Eksternal

a. Kebijakan Depdiknas

a. Kondusif

a. Kondusif

b. Peraturan perundangan

b. Pasti

b. Sering tidak pasti

b. Sasaran 4. Pengembangan Kultur Sekolah

Fungsi dan Faktornya

Kriteria Kesiapan

Kondisi Nyata

Tingkat Kesiapan Faktor

Siap

Tidak Siap

1

2

3

4

5

A.

Fungsi Pendukung Perpustakaan

1

Faktor Internal

a. Ketersediaan buku-buku

a. Memadai

a. Cukup

b. Ketersediaan buku penunjang

b. Memadai

b. Kurang

c. Dukungan sekolah dalam penyediaan bukubuku

c. Ada

c. Ada

d. Waktu buka perpustakaan

d. Memadai

Cukup memadai

2

Faktor Eksternal :

Kerjasama dengan perpustakaan lain

a. Ada kerjasama

a. Ada

B

Fungsi Pendukung

1.

Faktor Internal

a. Jumlah pembina

a. Memadai

a. Cukup memadai

b. Kualifikasi pembina

b. Berpengalaman dalam menulis

b. Cukup

V

2

Faktor Eksternal

a. Pengalaman guru membina

a. Memadai

a. Cukup

b. Kesiapan guru membina

b. Memadai

b. Cukup

c. Sasaran 5. Peningkatan Administrasi Sekolah Berbasis ICT

Fungsi dan Faktornya

Kriteria Kesiapan

Kondisi Nyata

Tingkat Kesiapan Faktor

Siap

Tidak Siap

1

2

3

4

5

A.

Fungsi Pendukung Program

1

Faktor Internal

a. Ketersediaan Komputer

a. Memadai

a. Cukup

b. Ketersediaan internet

b. Memadai

b. Kurang

c. Dukungan sekolah dalam penyediaan Komputer

c. Ada

c. Ada

2

Faktor Eksternal :

Kerjasama dengan lembaga formal

a. Ada kerjasama

a. Ada

B

Fungsi Pendukung latihan : fasilitas komputer

1.

Faktor Internal

a. Ketersediaan komputer dan perlengkapannya

a. Ada dan lengkap

a. ada, agak lengkap

b. Dukungan sekolah dalam pengadaan komputer

b. Ada

b. Ada

2

Faktor Eksternal

a. Kemampuan pagawai dalam menggunakan komputer

a. Mahir menggunakan komputer

a. Belum mahir

b. Kerusakan sofware dan hardware komputer

b. Tida ada

b. Kadang-kadang

d. Sasaran 6. Peningkatan Kemampuan Tenaga Administrasi

Fungsi dan Faktornya

Kriteria Kesiapan

Kondisi Nyata

Tingkat Kesiapan Faktor

Siap

Tidak Siap

1

2

3

4

5

A.

Fungsi Pendukung Pegawai : Tata Usaha

1

Faktor Internal

a. Jumlah tenaga administrasi

a. Memadai

a. Cukup Memadai

b. Kualifikasi tenaga administrasi

b. Berpengalaman dalam komputer

b. Cukup

2

Faktor Eksternal :

a. Pengalaman tenaga administrasi

a. Memadai

a. Cukup

b. Kesiapan sebagai tenaga administrasi

b. Memadai

b. Cukup

1

2

3

4

5

B

Fungsi Pendukung latihan : fasilitas komputer

1.

Faktor Internal

a. Ketersediaan komputer dan perlengkapannya

a. Ada dan lengkap

a. ada, agak lengkap

b. Dukungan sekolah dalam pengadaan komputer

b. Ada

b. Ada

2

Faktor Eksternal

a. Kemampuan pagawai dalam menggunakan komputer

a. Mahir menggunakan komputer

a. Belum mahir

b. Kerusakan sofware dan hardware komputer

b. Tida ada

b. Kadang-kadang